MISI UTAMA PARA NABI
Para nabi merupakan
rahmat bagi semesta alam, ia berdakwah untuk
mengesakan Allah SWT, mengajarkan ketauhidan dan memberantas kemusyrikan di
tengah masyarakat yang masih dalam kegelapan. Untuk mewujudkan hal
tersebut, mulailah dibangun misi-misi para nabi. Didalam misi tersebut,
terdapat misi-misi yang utama. Misi yang utama para nabi terdapat 5 hal yang
pokok. Yang pertama tidak ada tuhan selain Allah. Sebagai umat islam kita harus
mempercayai terlebih dahulu adanya Allah SWT sebagai satu-satunya tuhan umat
islam, tiada tuhan selain Allah (laa illa ha illalah). kedua tidak ada ibadah kecuali kepada Allah. Setelah
mempercayai adanya Allah, segala ibadah seperti sholat, zakat, berpuasa dan
lainnya semua ditujukan kepada Allah, tidak kepada manusia, jin ataupun yang
lainnya. Ketiga, tidak ada tindakan manusia mempertuhankan manusia, hewan,
benda, bahkan jin dan setan. Mempertuhankan dimaksudkan seperti menyembah,
memohon pertolongan seharusnya hanyalah kepada Allah, karena Ia lah yang maha
mengatur, menolong, apa saja hal yang terjadi di dunia ini bahkan di akhirat
nantinya. Keempat, tidak ada manusia yang berhak menindas sesama manusia. Dalam
agama islam, manusia dengan manusia lainnya adalah layaknya saudara. Maka,
penindasan sangatlah tidak pantas dan Allah akan sangat murka kepada manusia
yang melakukan penindasan terhadap sesama. Kelima, meyakini kehidupan setelah
kematian. Kehidupan di dunia hanyalah sementara, kita di dunia hanyalah sebagai
perlombaan untuk mengumpulkan amal baik sebanyak-banyaknya. Kehidupan setelah
di dunia akan ada, dan kita harus percaya. Segala amal perbuatan, tindakan akan
dipertanggungjawabkan di akhirat nanti, setelah kematian. Maka, di dalam misi
kelima ini dibagi menjadi tiga bagian penjelasan. Bagian pertama, ada
pertanggungjawaban dihadapan Allah. Amal kita akan dihitung dan hukuman apa
yang akan kita dapatkan atas apa yang telah kita lakukan selama di dunia nanti
akan terlihat di akhirat. Kedua, yang bisa mempertanggungjawabkan mendapat
ridha Allah, dan sebaliknya manusia yang tidak bisa mempertanggungjawabkan
perbuatannya mendapat murka Allah. Orang-orang yang selama di dunia berbuat
baik, dan beramal shaleh akan mendapatkan ridha Allah atau surgaNya Allah.
Sedangkan orang-orang yang berlaku sebaliknya akan mendapat siksaan Allah,
sesuai apa yang telah ditentukan dalam Al-quran. Ketiga, mengenai hal apa
yang ditanggungjawabkan itu, pembicaraan
tersebut akan menemukan titik balik jawaban apabila melihat kembali ke misi
pertama para nabi yaitu apakah seseorang tersebut telah mengakui dan percaya
bahwa tidak ada tuhan selain Allah, apakah ia melakukan ibadah hanya kepada
Allah dan seterusnya sampai pada titik kelima. Namun, hal yang paling utama
dipertanggungjawabkan adalah mengesakan Allah atau dengan berbuat tauhid kepada
Allah. Seperti itulah misi utama para nabi, sangat mulia dan semua bertujuan
agar kita mengetahui bahwa semua hal yang dilakukan, apapun, dan kapanpun,
hanyalah kepada Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar