BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Manusia melakukan perjalanan
hidup,
mereka menentukan arah hidupnya masing-masing dengan akal dan fikiran mereka. Namun agar manusia selamat dunia dan
akhirat, harus didasarkan dengan Akhlak Tasawuf. Tidak heran dengan akhlak tasawuf
dapat ikatakan selamat, karena misi utama
kerasulan Muhammad saw pun untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, dan sejarah
mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliau itu antara lain
karena dukungan akhlaknya yang prima. Dan tidak hanya itu, penelitian
para ulama islam terhadap Al-Quran dan Al-Hadits menunjukkan bahwa hakikat
agama islam adalah akhlak. Melihat betapa
pentingnya akhlak tasawuf tentu menjadi alasan mengapa
penulis diberikan tugas lalu memilih membuat laporan buku akhlak tasawuf ini.
Dan juga menjadi alasan mata kuliah akhlak
tasawuf ini wajib diikuti, sebagai upaya untuk menanggulangi kemerosotan moral yang
tengah dialami generasi bangsa.
Tujuan
penulisan
Laporan
hasil bacaan dari buku Drs. H. A. Mustofa “Akhlak Tasawuf” ini mempunyai tujuan
sebagai berikut :
1. Memenuhi
nilai Ujian Tengah Semester Mata kuliah Akhlak Tasawuf.
2. Mengerti
akan pentingnya akhlak itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam
setiap perbuatan, perkataan apapun kita lebih bijaksana.
3. Dan
dengan mempelajari ilmu tasawuf kita dapat lebih paham ilmu tasawuf seperti
apa, sehingga tidak salah persepsi mengenai tasawuf.
4. Melatih
daya kritis mahasiswa dalam menanggapi suatu bacaan.
BAB II
POKOK-POKOK ISI BUKU
BAGIAN I : AKHLAK
BAB
I – PENGERTIAN AKHLAK
1.
DEFINISI
Kata
“Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari khuluqun yang menurut bahasa
berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Pengertian akhlak
timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq
dengan makhluk. Prof.Dr.Ahmad Amin memberikan definisi, bahwa yang disebut
akhlak “Adatul-Iradah atau kehendak yang dibiasakan”. Kehendak yaitu ketentuan
dari beberapa keinginan manusia setelah bimbang, sedang kebiasaan ialah
perbuatan yang diulang sehingga mudah melakukannya.
Istilah
lain yang lazim di pergunakan disamping Akhlak ialah apa yang disebut Etika.
Berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berarti adat kebiasaan.Dalam pelajaran
filsafat, etika adalah bagian daripadanya yang memberikan redaksi berbeda-beda,
salah satunya etika ialah ilmu tentang tingkah laku manusia prinsip-prinsip
yang disistimatisir tentang tindakan moral yang betul (Webster’s Sirct).
Pendapat
menyatakan etika sama dengan akhlak. Persamaan memang ada, karena keduanya
membahas masalah baik dan buruknya tingkah laku manusia. Dari beberapa
pengertian, bahwa akhlak adalah tabiat seseorang, yakni keadaan jiwa yang
terlatih, sehingga dalam jiwa tersebut benar-benar telah melekat sifat-sifat
yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikirkan
dan diangan-angan lagi.
2. POKOK
PERSOALAN AKHLAK
Imam
Al-Ghazali membagi tingkatan keburukan akhlak menjadi empat:
1. Keburukan
akhlak yang timbul karena ketidaksanggupan seseorang mengendalikan nafsunya.
2. Perbuatan
yang diketahui keburukannya, tetapi tidak bisa meninggalkannya karena nafsu
sudah menguasai.
3. Keburukan
akhlak yang dilakukan seseorang, karena pengertian baik baginya sudah kabur,
sehingga perbuatan buruklah yang dianggap baik.
4. Perbuatan
buruk yang sangat berbahaya terhadap masyarakat pada umumnya, sedangkan tidak
mendapat tanda-tanda kesadaran bagi pelakunya, kecuali hanya kekhawatiran akan
menimbulkan pengorbanan yang lebih hebat lagi.
Kehancuran
manusia yang dihadapi islam sejak lahirnya sama keadaannya dengan kehancuran
akhlak bangsa Romawi, Persia, yang terkenal dengan ketinggian kebudayaan tidak
member jaminan untuk melakukan perbuatan manusiawi, kecuali kalau manusia
melakukan petunjuk agama. Pendidikan akhlak sudah ada dalam al-Quran dan
hadist, tinggal merumuskan secara operasional. Menghadapi keburukan akhlak yang
menggunakan sarana modern, harus juga memakai alat dan cara modern untuk
mengatasinya.
3. HUBUNGAN
AKHLAK DENGAN ILMU-ILMU LAIN
a) Hubungan
Akhlak dengan Psikologi
Objek persoalan yang jelas bahwa
ilmu jiwa menguraikan tentang jiwa seseorang, masyarakat dan lainnya tetapi
akhlak akan mempersoalkan apakah jiwa mereka tersebut termasuk jiwa yang baik
dan buruk.
b) Hubungan
Akhlak dengan Sosiologi
Ilmu Akhlak mempelajari dan
mengupas masalah perilaku, perbuatan manusia yang timbul dari kehendak. Ilmu
sosiologi mempersoalkan kehidupan masyarakat.
c) Hubungan
Akhlak dengan Ilmu Hukum
Pokok pembicaraan ilmu akhlak dan
ilmu hukum adalah perbuatan manusia. Akhlak memerintahkan berbuat apa yang
berguna dan melarang berbuat segala apa yang mudarat. Sedang ilmu hukum tidak,
karena banyak perbuatan yang baik dan berguna tidak diperintahkan oleh ilmu
hukum.
d) Hubungan
Akhlak dengan Iman
Akhlak yang baik adalah mata
rantai daripada keimanan. Kalau iman melahirkan amal shaleh maka dapat
dikatakan iman itu telah sempurna. Sedangkan akhlak yang buruk adalah akhlak
yang menyalahi prinsip keimanan.
4. MANFAAT
MEMPELAJARI ILMU AKHLAK
Akhlak
dapat menghasilkan kebahagiaan bagi orang yang berakhlak kepada Tuhan yaitu
mendapat tempat baik di masyarakat, akan disenangi orang dalam pergaulan, akan
dapat dipelihara dari hukuman yang sifatnya manusia. Orang yang berakhlak juga
akan memperoleh irsyad, taufik dan hidayah. Menurut Dr.Hamzah Ya’cub
menyatakan hasil atau hikmah dan faedah dari akhlak sebagai berikut:
a. Meningkatkan
derajat manusia
Orang yang mempunyai pengetahuan
dari ilmu akhlak lebih utama, dapat mengantarkan pada kemuliaan, kebahagiaan
dan dapat memelihara diri supaya senantiasa berada pada garis akhlak yang
mulia.
b. Menuntun
pada kebaikan
Pengetahuan akhlak adalah ilmu
yang mengundang kepada kebaikan, serta member tuntunan kepadanya.
c. Manifestasi
kesempurnaan iman
Iman yang sempurna akan
melahirkan kesempurnaan akhlak. Untuk menyempurnakan iman, haruslah
menyempurnakan akhlak dengan mempelajari suluhnya.
d. Keutamaan
di hari kiamat
Orang-orang yang berakhlak luhur
akan menempati kedudukan yang terhormat di hari kiamat.
e. Kebutuhan
pokok dalam keluarga.
Akan merana ruumah tangga yang
tiada dihiasi dengan akhlakul karimah dan bahagialah rumahtangga yang dihiasi
keindahan akhlak.
f. Membina
kerukunan antar tetangga
Islam mengajarkan agar antara
tetangga dibangun jembatan emas berupa silahturahmi, mahabbah dan mawaddah.
g. Untuk
mensukseskan pembangunan bangsa dan Negara
Suatu bangsa atau Negara akan
jaya, apabila warga negaranya berakhlak mulia.
h. Dunia
betul-betul membutuhkan akhlakul karimah
BAB II – GARIS BESAR PERKEMBANGAN
KEPEMIKIRAN AKHLAK
AKHLAK PERIODE YUNANI
Penyelidikan ahli-ahli filsafat
Yunani Kuno tidak banyak memperhatikan pada akhlak, kebanyakan mengenai alam.
Pandangan dalam kewajiban pun menimbulakn pandangan mengenai pokok-pokok
akhlak, an diikuti kecaman sebagian adat-adat lama dan pelajran yang dilakukan
orang dahulu. Membangkitkan kemarahan “conservative” kaum kolot. Tokoh Socrates
sebgai pembangun ilmu akhlak. Golongan yang lahir sesudah itu “Cynics”. Dan
plato berpendapat pokok-pokok keutamaan ada empat yaitu hikmah kebijaksanaan,
keberanian, keperwiraan, keadilan. Lalu disusul Aristoteles (394-322 SM)
membangun paham yang pengikutnya dinamai “Peripatetis”. Pada akhir abad ketiga
Masehi, tersiar agama Nasrani di Eropa. Agama itu merubah pokok-pokok akhlak
yang tersebut dalam Taurat. Menurut agana Nasrani bahwa pendorong dalam
melakukan perbuatan baik itu ialah cinta kepada Tuhan Allah dan iman kepda-Nya.
AKHLAK PERIODE ABAD PERTENGAHAN
Gereja menerangi filsafat yunani
dan Romawi dan menentang penyiaran ilmu dan kebudayaan kuno. Ahli filsafat
akhlak yang lahir pada masa ini filsafatnya berupa paduan dari ajaranYunani dan
ajaran Nasrani.
AKHLAK PERIODE BANGSA ARAB
Zaman Jahiliyah, bangsa Arab
tidak mempunyai ahli filsafat yang mengajak kepada aliran paham tentang
sebagaimana Bangsa Yunani. Setelah datang agama Islam, ada ajakan agar
orang-orang percaya bahwa Allah, sumber segala sesuatu diseluruh alam. Allah
menjadikan manusia dalam bentuk susunan yang baik dan mengadakan jalan yang
harus ditempuh. Dan ada suatu batasan yang Allah firmankan diatas kehidupan
manusia.
Penyelidikan akhlak berasar ilmu
pengetahuan masih sedikit. Dasar penyelidikannya Abu Nasr Al-Farabi. Tetapi
tidak semua mengikuti jejaknya.
AKHLAK PERIODE ABAD MODERN
Abad pertengahan ke 15 mulai ahli
pengetahuan menghidupsuburkan filsafat Yunani Kuno. Mereka suka menyelidiki
akhlak menurut kenyataan dan tidak mengikuti gambar khayal, dan hendak
melahirkan kekuatan yang ada pada manusia, dihubungkan dengan praktek hidup di
dunia.
BAB III-BAIK DAN BURUK
PENGERTIAN
Pengertian “baik” menurut Ethik
adalah sesuatu yang berharga untuk sesuatu tujuan. Sebaliknya sesuatu yang
tidak berharga, tidak berguna untuk tujuan, apabila yang merugikan adalah
“buruk”. Menurut akhlak islam, perbuatan disamping baik juga harus benar, yang
benar juga harus baik.
UKURAN BAIK DAN BURUK
Seseorang melihat baik dan buruk
ukuran dan karakternya dinamis, sulit dipecahkan. Namun dapat diukur dengan
fitrah manusia.
-
Pengaruh adat kebiasaan
Terpengaruh adatmya karena ia hidup
di dalam lingkungan dengan melihat dan mengetahui. Mereka melakukan perbuatan dan
menjauhi perbuatan lainnya. Berpegang pada adat istiadat itu, meskipun tidak
benar ada juga faedahnya.
BERBAGAI
ALIRAN TENTANG BAIK DAN BURUK
-
Aliran Hedonisme
Bahwa norma baik dan buruk adalah
kebahagiaan karena suatu perbuatan apabila mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan
itu baik, dan sebaliknya perbuatan itu buruk apabila mendatangkan penderitaan.
Maksud paham ini bahwa manusia hendak mencari kelezatan yang sebesar-besarnya
bagi dirinya.
-
Aliran utilitarianisme
Agar manusia dapat mencari
sebagian sebesar-besarnya untuk sesama manusia atau semua makhluk yang memilki
perasaan. Kelezatan paham ini sebagi ukuran mengandung kelezatan lahir dan
batin, tubuh dan akal.
-
Aliran Intuitionisme
Bahwa setiap manusia mempunyai
kekuatan naluri batiniah yang dapat membedakan sesuatu itu baik dan buruk hanya
selintas pandang.
-
Aliran Evolutionisme
Segala perbuatan akhlak itu
tumbuh dengan sederhana, dan mulai naik dan meningkat sedikit demi sedikit,
lalu berjalan menuju kepada cita-cita.
-
Aliran Idealisme
pelopori oleh Immanuel Kant. “kemauan”
adalah faktor terpenting dari wujudnya tindakan-tindakan yang nyata. Oleh
karena itu “kemauan yang baik” adalah menjadi pokok dalam etika Idealisme.
-
Aliran Tradisionalisme
Berpendapat bahwa yang menjadi
norma baik dan buruk ialah tradisi atau adat kebiasaan. Artinya sesuatu itu
baik kalau sesuai adat kebiasaan, dan sebaliknya.
-
Aliran Naturalisme
Yang menjadi ukuran ialah
perbuatan sesuai dengan fitrah/naluri manusia itu sendiri, baik mengenai fitrah
lahir maupun fitrah batin.
BAB IV-ASPEK-ASPEK YANG
MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN AKHLAK
1) INSTING
Suatu
alat yang dapat menimbulkan perbuatan yang menyampaikan pada tujuan dengan
berpikir lebih dahulu ke arah tujuan itu dan tiada dengan didahului latihan
perbuatan itu.Insting berbeda-beda bagi manusia, kadang manusia diberi kekuatan
dengan instingnya, kadang diberi kelemahan. Macam-macam insting: Insting
menjaga diri sendiri, Insting menjaga lawan jenis, dan Insting merasa takut.
2) POLA
DASAR BAWAAN (TURUNAN)
Turunan
sifat-sifat manusia. Ddimana sifat anak mewarisi sifat-sifat orang tua mereka,
tetapi ia menjaga kepribadiannya dengan sifat-sifat tertentu. Insting mewarisi
dalam bentuk persediaan demikian pula diwarisi juga urat sarap dan
cirri-cirinya. Namun keturunan buka satu-satunya sebab pembentukan manusia, karena
disampingnya ada yang bernama lingkungan.
3) LINGKUNGAN
Sesuatu
yang melingkupi tubuh yang hidup. Lingkungan ada dua macam yaitu lingkungan
alam dan lingkungan pergaulan. Lingkungan keduanya mempunyai pengaruh yang
berlawanan, terkadang menguatkan hidup manusia dan meninggikannya, terkadang
melemahkan atau mematikan.
4) KEBIASAAN
Perbuatan
yang dilakukan berulang-ulang terus sehingga mudah dikerjakan bagi seseorang.
Konsep kebiasaan dalam ilmu jiwa, berhubungan dengan urat syaraf, terutama pada
otak. Dengan perannya, susunan dan bentuk sifat-sifat sehingga apabila hubungan
perbuatan dengan urat saraf dapat diketahui, maka dapat dimengerti sebagaimana
bentuk kebiasaan.
5) KEHENDAK
Suatu
perbuatan yang berdasar atas kehendak dan bukan hasil kehendak. Perbuatan hasil
kehendak mengandung, perasaan, keinginan, pertimbangan dan azam yang disebut
ekhendak.
6) PENDIDIKAN
Pendidikan
ddijadikan pusat perubahan perilaku yang kurang baik untuk diarahkan menuju
perilaku yang baik. Dibutuhkan beberapa unsure dalam pendidikan, perlu tenaga
pendidik memiliki kemampuan profesionalitas dlam bidangnya dan materi
pengajaran. Karena, lingkungan pendidikan sangat mempengaruhi jiwa anak didik.
BAB
V – KEBEBASAN, TANGGUNG JAWAB DAN HATI NURANI
KEBEBASAN
Kebebasan
tidak lepas dari persoalan kesusilaan. Unsur kebebasan untuk memilih berbagai
alternatif. Manusia dikatakan bebas, apabila ia dalam arti yang lebih tinggi
terikat, yaitu terikat pada norma-norma. Apabila ia tidak mengakui hal itu,
maka ia tetap tidak bebas, karena secara demikian ia dikuasai kecenderungan ini
senantiasa tetap kuat pengaruhnya sehingga manusia tidak sepenuhnya bebas.
TANGGUNG
JAWAB
Dalam
surah Al-Qiyammah ayat 36, menghimbau hati nurani manusia untuk bertanggung
jawab terhadap perbuatan, tindakan, sikap hidup. Tangung jawab ditegaskan
adalah untuk mempertahankan keadilan, keamanan dan kemakmuran.
HATI
NURANI
Di
dalam jiwa manusia ada sesuatu kekuatan yang berfungsi untuk memperingatkan,
mencegah dari perbuatan yang buruk. Hati nurani timbul sebagai perintah supaya
melakukan kewajiban dan memperingatkan agar jangan sampai menyalahinya. Manusia
mau memnunaikan kewajiban dengan dorongan hati nurani yang tertanam dalam watak
dan jiwanya.
BAB
VI – HAK, KEWAJIBAN, DAN KEUTAMAAN
PERSOALAN
HAK
Antara
hak dan kewajiban tidak dapat dipisahkan. Hakekat dari hak yang dimiliki
seseorang semata-mata pemberian masyarakat, karena kewajibannya telah
dilaksanakan. Ada beberapa hak bagi manusia antara lain:
ü Hak
Hidup
ü Hak
kemerdekaan
ü Hak
memiliki
ü Hak
mendidik
ü Hak
wanita
KEWAJIBAN
Di
dalam ajaran Islam menekankan atas kewajiban sebagai seorang muslim dengan
sesama muslim harus dijalankan. Prinsip dasar “beribadah” inilah menjadi
kewajiban bagi manusia sebagai makhluk Tuhan. Kewajiban dapat dibagi tiga macam
:
ü Kewajiban
individu
Contohnya manusia sebagai
individu membutuhkan kesehatan, untuk itu perlu berkewajiban menjaga
kesehatannya, bahkan jika sakit berkewajiban menyehatkan tubuh kembali.
ü Kewajiban
sosial
Contohnya kewajiban tolong
menolong dengan sesame manusia.
ü Kewajiban
makhluk kepada Tuhan
Individu yang ibadah. Arti
sempitnya adalah orang Islam harus kewajiban sholat. Dalam arti luasnya,
apabila semua aktivitas dijalani dengan niat ikhlas, baik dan benar dan
semata-mata mencari ridho Allah.
KEUTAMAAN
Keutamaan
adalah akhlak baik. Pengertian keutamaan berbeda sebab-sebabnya satu sama lain.
Pokok-pokok keutamaan itu ada empat yaitu kebijaksanaan, keberaniaan,
keperwiraan dan keadilan. Manusia pun memiliki tiga kekuatan, kekuatan akal,
kekuatan marah, kekuatan syahwat. Keutamaan itu sendiri terbagi menjadi tiga :
ü Perseorangan
ü Masyarakat
ü Agama
BAB
VII – AKHLAK ISLAMI DALAM KAITANNYA DENGAN STATUS PRIBADI
SUMBER
DAN CIRI-CIRI AKHLAK ISLAM
Akhlak
Islam merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan, maka
tentunya sesuai pula dengan dasar agama Islam. Dengan demikian, dasar/sumber
pokok daripada akhlak Islam adalah AL-Quran dan Al-Hadist yang merupakan sumber
utama dari agama Islam itu sendiri. Ciri-ciri akhlak Islamiyah yaitu
ü Kebajikan
yang mutlak
ü Kebaikan
yang menyeluruh
ü Kemantapan
ü Kewajiban
yang ipenuhi
ü Pengawasan
yang menyeluruh
PRIBADI
SEBAGAI HAMBA ALLAH
Hubungan
manusia dengan Allah adalah hubungan makhluk dengan khaliknya. Secara moral
manusiawi, manusia mempunyai kewajiban kepada Allah sebagai khaliknya yang
telah member kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya. Dalam ayat 177
Al-Baqarah, iman dan amal shaleh, yang disebut takwa dengan perincian :
pertama, iman kepada Allah dan kedua, kepada hari akhir
PRIBADI
SEBAGAI ANAK
Mendidik
akhlak anak tidak boleh keliru, yaitu salah satunya dengan memberikan dorongsn
dan semangat yang memacu agar giat si anak.
AKHLAK
PADA AYAH DAN IBU
Betapa
berat tanggungan ibu, betapa rasa tanggung jawab ibu, itu adalah anugerah dari
paa Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. “Hidayah” . hidayah itu disebut
insting atau naluri, dalam ilmu agama isebut “Hidayah-ghariziyyah”
ü Kewajiban
kepada ibu
ü Berbuat
baik kepada ibu dan ayah, walaupun keduanya Lalim
ü Berkata
Halus dan mulia kepada Ibu dan Ayah
ü Berkata
lemah dan lembut
ü Mana
yang harus diahulukan antara ayah dan ibu
ü Berbuat
baik kepada ibu dan ayah yang sudah meninggal
AKHLAK
KEPADA ANGGOTA MASYARAKAT/JAMA’AH
Tolong
menolong untuk kebaikan dan takwa kepada Allah adalah perintah Allah. Kewajiban
tolong menolong bukan hanya dari segi moril melainkan juga dalam segi materi,
yang bersifat kebutuhan pokok manusia untuk menjaga kelestarian hidup manusia.
Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya, juga merupakan pendidikan. Landasan
pokok pergaulan jamaah di masyarakat dalam surah An-Nisa ayat 36.
AKHLAK
DA’I / MUBALIGH
Para
da’I memiliki ilham yang mana martabat yang tinggi dalam dirinya yang selalu
menghubungkan dengan Allah. Jiwa para Da’I terlingkupi karomah, jadi sikap dan
kepribadian dai/mubaligh harus betul menjiwai Islam. Internalisasi ruh islam
menjadi proses keseharian seorang da’i.
AKHLAK
PEMIMPIN
Akhlak
pemimpin baik, sebab sifat, perilaku dan sikapnya dapat membahagiakan orang
lain dan menampakkan krismatik nya pada yang dipimpin. Pemimpin berakhlak baik
apabila memiliki kepribadian yang sesuai dengan tata aturan (ketentuan) agama,
masyarakat, keluarga dan Negara/bangsa.
AKHLAK
MAHMUDAH DAN MAZMUMAH
Akhlak
mahmudah adalah segala macam sikap dan tingkah laku yang baik(yang terpuji) sebaliknya
segala macam sikap dan tingkah laku yang tercela disebut akhlak mazmumah.
Akhlak
atau sifat-sifat mahmudah antara lain seperti Al-amanah, AL-Shidqu, Al-Adl.
Sedangakan akhlak mazmumah seperti Al-Bagyu, Ananiah, Al-Jubn, dan lain-lain.
BAGIAN
II-TASAWUF
BAB
I –TASAWUF
ASAL
USUL TASAWUF
Beberapa
definisi yang dikemukakan ahli tentang tasawuf:
·
Asy-syekh Muhammad Amin Al-Khurdy
“Tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya dapat diketahui hal ihwal kebaikan
dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari sifat-sifat yang buruk dan
mengisinya dengan sifat-sifat yang terpuji, cara melakukan suluk, melangkah
menuju kepada perintah-Nya.
·
Imam Al-Ghazali “Tasawuf adalah
budi pekerti…”
·
As-Suhrawardy mengemukakan
pendapat Ma’ruf Al-Karakhy mengatakan “Tasawuf adalah mencari hakikat dan
meninggalkan sesuatu yang ada dditangan makhluk.”
Penulis
mengemukakan definisi lain bahwa tasawuf adalah melakukan ibadah kepada Allah
dengan cara yang telah dirintis oleh Ulama Sufi.
ESENSI
TASAWUF
Tasawuf
bertujuan memperoleh suatu hubungan khusus langsung dari Tuhan. Tujuan tasawuf
dapat berhubungan langsung dengan Tuhan. Dengan maksu ada perasaan benar-benar
berada di hadirat Tuhan. Para sufi beranggapan bahwa ibadah yang diselenggrakan
dengan cara formal belum ianggap memuaskan. Untuk merasa dekat dengan Allah
sufi sepakat, hanya dengan kesucian jiwa. Dan untuk itu perlu pendidikan dan
latihan mental yang panjang dan bertingkat.
BERBAGAI
PENDAPAT TENTANG MUNCUL DAN BERKEMBANGNYA TASAWUF
a. Pada
Abad Pertama dan kedua Hijriyah
1) perkembangan tasawuf pada masa
sahabat.
Beberapa sahabat yang tergolong
sufi di abad pertama dan berfungsi sebagai maha guru bagi pendatang dari luar
kota Madinah yang tertarik kepada kehidupan sufi. Sahabat yang dimaksud antara
lain:
ü Abu
Bakar As-Siddiq
ü Umar
bin Khatab
ü Usman
bin Affan
ü Ali
bin Abi Thalib
ü Salman
Al-Farisy
ü Abu
Zar Al-Ghifary
ü Ammar
bin Yasir
ü Huzaidah
binAl-Yaman
ü Niqdad
bib Aswad
2) Perkembangan tasawuf pada masa
tabiin
Ulama sufi dari kalangan tabiin
adalah murid dari ulama-ulama sufi dari kalangan sahabat, seperti Al-Hasan
Al-Bashry, Rabiah Al-Adawiyah, dan lainnya.
b. Pada
Abad Ketiga dan Keempat Hijriyah
Pada abad ketiga hijriyah, Berkembang
pesat, dan mereka menyelidiki inti ajaran tasawuf dan membagi menjadi tiga
macam:
ü Tasawuf
yang berintikan ilmu jiwa
ü Tasawuf
yang berintikan ilmu akhlak
ü Tasawuf
yang berintikan Metafisika
Sedangkan tokoh-tokoh sufi pada
abad ini seperti Abu Sulaiman Ad-Darany, Ahmad bin Al-Hawary Ad-Damasqiy, dan
lainnya.
Pada abad keempat Hijriyah, lebih
pesat, para ulama pun memilki usaha yang maksimal, sehingga kota Baghdad
satu-satunya kota yang terkenal pusat kegiatan tasawuf pada masa itu.
c. Pada
abad keenam, ketujuh, dan kedelapan hijriyah
Pada abad keenam, kemelut antara
Ulama syariat dengan Ulama Tasawuf kembali memburuk, karena dikehidupannya
lagi-lagi pemikiran Al-Hulul, Wihdatul Wujud dan Wihdatul Adyan oleh kebanyakan
Ulama Tasawuf, sehingga timbul protes dari ulama syariat yang mengajukan
keberatannya.Abad ketujuh, terdapat ajaran tasawuf yang menyimpang dan ulama
syariat menentangnya. Abad kedelapan, ajaran tasawuf yang dominan yaitu
Wihdatul Wujud.
d.
Pada
abad kesembilan, kesepuluh, dan sesudahnya
Walaupun nasib
ajaran tasawuf menyeddihkan dalam empat abad tersebut, tetapi tidak berarti
ajaran tasawuf hilang. Terlihata masih ada ahli tasawuf yang mengarang buku
tasawuf.
BAB II – MAHABBAH
PENGERTIAN
Mahabbah artinya cinta. Dapt didefinisikan memeluk dan mematuhi
perintah Tuhan, berserah iri kepada Tuhan, atau mengosongkan perasaan hati di
atas segala-galanya. Dalam ajaran Tasawuf, mahabbbah dikaitkan dengan ajaran
yang disampaikan sufi wanita yang bernama Rabiah Al-Adawi’ah. Mahabbah adalah
paham tasawuf yang menekankan perasaan cinta kepada Tuhan.
TOKOH SUFI DAN AJARANNYA
mahabbbah dipelopori dan dikembangkan ajarannya oleh sufi wanita
yang bernama Rabiah Al-Adawi’ah.
BAB III – MA’RIFAH
PENGERTIAN
Istilah Ma’rifah berasal dari kata “Al-Ma’rifah” yang berarti
mengetahui atau mengenal sesuatu. Dan apabila dihubungkan dengan pengalaman
tasawuf, maka istilah disini berarti mengenal Allah ketika sufi mencapai suatu
maqam dalam Tasawuf.
FAHAM MA’RIFAH
ü Kalau mata yang ada didalam hati sanubari manusia terbuka, maka
mata kepalanya tertutup, waktu inilah yang dilihat hanya Allah
ü Ma’rifah adalah cermin
ü Orang arif baik di waktu tidur dan bangun yang diliat hanyalah
Allah
ü Seandainya Ma’rifah itu materi, maka semua orang yang melihat akan
mati karena tidak tahan melihat kecantikan serta keindahannya.
JALAN MA’RIFAH
Menurut
Al-Qusyairi ada tiga yaitu:
ü Qalb
fungsinya untuk dapat mengetahui sifat Tuhan,
ü Ruh
fungsinya untuk dapat mencintai Tuhan.
ü Sir
untuk dapat melihat Tuhan.
TOKOH
MA’RIFAH
Al-Ghazali
tokoh yang mengakhiri masa petualangannya, karena telah mendapat “pegangan”
yang sekuat-kuatnya untuk kembali berjuang dan bekerja ditengah masyarakat.
Pegangan itu ialah “paham sufi” yang diperolehnya berkat ilham Tuhan ditanah
suci Mekkah dan Madinah. Menurut Al-Ghazali, ma’rifah ialah mengetahui rahasia
Allah dan mengetahui peraturan-peraturan Tuhan tentang segala yang ada.
Ma’rifah dan mahabbah menurut Al-Ghazali tingkatan tinggi bagi seorang sufi.
BAB
IV – FANA DAN BAQA
PENGERTIAN
Fana
artinya hilang, hancur. Baqa artinya tetap, terus hidup. Untuk mencapai
ma’rifah seorang sufi harus bisa menghancurkan diri terlebih dulu. Proses
penghancuran diri inilah dalam tasawuf disebut Fana yang diiringi Baqa.
FAHAM
ANTARA FANA SEIRING BAQA
Proses
penghancuran diri (fana) rupanya tidak dapat dipisahkan dari Baqa (tetap, terus
hidup). Kebanyakan orang sufi dalam penghancuran diri lewat fana yang dicari
adalah al dana’an al-nafs.
TOKOH
SUFI
Dalam
perlambangan tasawuf, yang dipandang sebagai tokoh sufi pertama memunculkan
persoalan fana dan baqa adalah Abu Yazid Al-Bustamih.
BAB V- ITTIHAD DAN HULUL
BAB V- ITTIHAD DAN HULUL
PENGERTIAN
Ittihad
artinya bahwa tingkatan tasawuf seorang sufi telah merasa dirinya bersatu
dengan Tuhan. Ittihad merupakan suatu tingkatan dimana yang mencintai dan yang
dicintai telah menjadi satu. Masalah ittiha, Hulul dan Tauhid dikalangan sufi
tidak banyak dibicarakan, disebabkan dari pembunuhan tokoh sufi yaitu al-hajjaj
karena dituduh mempunyai paham “Hulul” sehingga banyak tokoh sufi takut
mempersoalkan tersebut, agar tidak mempunyai nasib yang sama.
TOKOH
SUFI ITTIHAD-HULUL DAN AJARANNYA
Sebagai
penyebar an pembawa ajaran ittihad dalam tasawuf adalah Abu Yazid Al-Bustami.
Abu yazid setelah mengetahui proses pendekatan diri kepada Allah, melalui fana
ia meninggalkan dirinya ke hadirat Tuhan. Keberadaan ia dapat dilihat apa
berada dekat atau belum pada Tuhan melalui “SYATAHAT” yang diucapkan. Syatahat
adalah ucapan-ucapan yang dikeluarkan oleh seorang sufi pada permukaan ia
berada di pintu gerbang ittihad.
BAB
VI – WAHDAD AL-WUJUD AN INSAN KAMIL
PENGERTIAN
Kata
“Wahdad Al-Wujud” berarti kesatuan wujud. Paham ini merubah sifat nasuf yang
ada dalam Hulul menjadi Khalaq dan sifat Lahut menjadi Haq. Keduanya (Khalaq
dan haq) menjadi suatu aspek khalaq sebgai aspek sebelum dalam. Pokok
permasalahan “Wahdad Al-Wujud” adalah yang sebenarnya berhak mempunyai wujud
hanyalah satu, yaitu Tuhan. Dan wujud selain Tuhan adalah wujud bayangan. Insan
kamil artinya manusia yang sempurna. Yang dimaksud sempurna dalam hidupnya.
TOKOH
SUFI WAHDAD AL-WUJUD – INSAN KAMIL DAN AJARANNYA
Faham
“Wahdad Al-Wujud” diajarkan oleh Muhy Al-Qin Ibnu Arabi. Menurut pemikiran
tasawufnya, bahwa Tuhan ingin melihat diriNya dan luar diriNya maka dijadikan
–Nya alam. Dalam tasawuf Ibnu Al-Arabi, yang bersatu dengan Tuhan bukan hanya
manusia tetapi semua makhluk. Semuanya wujud satu dengan Tuhan. Oleh sebab itu,
ada orang yang menyebut filsafat Ibnu AL-Arabi ini panteisme.
BAB
VIII – TARIKAT
Istilah
Tariqat berasal dari kata At-Tariq (jalan) menuju kepada hakikat atau dengan
kata lain pengalaman syariat. Tariqat adalah pengalaman syariat, melaksanakan
beban ibadah dengan tekun dan menjauhkan diri dari sikap mempermudah ibadah
yang sebenarnya memang tidak boleh ddipermudah. Tarikat itu dapat dilihat dari
dua sisi yaitu amaliyah dan perkumpulan (organisasi).
ISTILAH
TARIQAT
A. Syariat
Kata syariat berarti perjalanan
atau peraturan, maksudnya amalan lahir, missal sholat, puasa.
B. Hakikat
Berarti puncak atau kesudahan
sesuatu. Kebalikan syariat yang menyangkut batin.
C. Ma’rifat
Berarti pengetahuan atau
pengalaman. Ialah pengetahuan dalam mengerjakan syariat dan hakikat.
D. Tarikat
Berarti jalan. Jalan atau cara
yang ditempuh menuju keridhoan Allah.
E. Suluk
Menempuh perjalanan. Ikhtisar
(usaha) dalam menempuh jalan untuk mencapai tujuan tarikat.
F. Manazil
G. Zawiyah
H. Illa
zikr nafi isbat
I. As-sukr
dan Al-Fana
J. Uslah
dan khalwat
K. Kasyaf
L. Silsilah
dan Khirqah
M. Wali,
keramat,
TOKOH-TOKOH
TARIKAT DI DUNIA ISLAM MAUPUN INDONESIA
Peristilahan
yang sering dijumpai dalam Tarikat yaitu Istilah Syekh an Mursyid, guru
tarikat.Khalifah, wakil syekh. Murid itu pengikut ajaran suatu tarikat, Baiat,
Suluk, dan lainnya. Macam-acam tariqat
beserta pendirinya Tarikat Qadariyah yang dinisbatkan kepada Asy-Syekh Abdul
Qadir Jailani.Tarikat Rifaiyah yang dinisbatkan kepada Asy-Syekh Ahmad Rifa’i.
Tarikat Maulawiyah yang dinisbatkan kepada Asy-syekh Maulana Jalaludin Ar-Rumi.
Dan masih banyak lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar